Ponaryo Jelaskan Kronologis Pencoretan Pemain ISL
Ponaryo
Astaman meluruskan berita miring yang menyebut dirinya bersama 20
pemain lain yang turun di kompetisi Indonesia Super League (ISL)
melakukan walk-out saat latihan timnas pagi hari kemarin, Jumat, 15
Maret 2013. Dalam konfrensi pers di Hotel Sultan, gelandang Sriwijaya
itu membeberkan kronologi peristiwa yang disebut-sebut menjadi pemicu
pencoretan 16 nama oleh pelatih Jose Manuel Blanco.
...
Menurut pemaparan Ponaryo, 21 pemain ISL sama sekali tidak melakukan
walk-out ataupun sengaja meninggalkan latihan sebelum sesi yang
ditentukan selesai. Dia menyatakan para pemain itu sebelumnya sudah
berkomunikasi dengan asisten pelatih Jorge Di Gregorio soal kondisi
mereka yang masih kelelahan usai membela klub masing-masing dan meminta
izin untuk beristirahat.
"Saat itu pelatih bertanya siapa yang
capek, dan semuanya angkat tangan. Lalu dia akhirnya memberikan izin
kembali ke hotel," tutur Ponaryo pada Jumat malam.
"Kami
katakan sedikit kelelahan karena waktu bertanding yang mepet dengan
latihan di timnas. Hal itu lumrah dilakukan para pemain ke
pelatih-pelatih pada sesi latihan pertama. Jadi tidak benar kalau kami
tiba-tiba meninggalkan latihan secara sepihak," bantahnya terkait
berita-berita yang sempat beredar.
Ponaryo membenarkan ada 16 pemain yang dicoret. Menurutnya, pelatih juga telah mengungkap alasan dari pencoretan tersebut.
"Kalau tadi siang, memang ada pencoretan. Pelatih menyatakan bahwa
pemain-pemain tersebut dipersilahkan kembali ke klub. Alasannya, mereka
sudah memantau tim saat ini dan pemain yang dicoret dinilai tak sesuai
kriteria untuk masuk line-up," lanjutnya.
Soal kondisi skuad
timnas yang sekarang nampak seperti terpecah menjadi dua kubu, pemain
ISL dan IPL, Ponaryo tidak memungkiri. Namun, dia mewakili seluruh
pemain menegaskan komitmen untuk tetap menjunjung persatuan demi
kejayaan timnas Indonesia.
"Kami tidak memposisikan diri
berbeda baik dari pemain ISL atau IPL. Situasi bisa bersatu ini sangat
menyenangkan para pemain. Siapapun pemainnya, darimana pun kami berasal,
kami datang kesini untuk seleksi. Tak ada berbeda satu sama lain,"
tambahnya.
"Kami hanya fokus berlatih. Biarkanlah masalah
dengan pelatih diselesaikan BTN dan PSSI. Kapan pun kami tetap siap
untuk timnas," imbuh pemain yang akrab disapa Popon itu.
16
pemain yang dicoret: Samsidar, Hamka Hamzah, Ricardo Salampessy,
Zulkifli Syukur, Ruben Sanadi, Abdul Rahman, Ahmad Bustomi, Immanuel
Wanggai, Ian Louis Kabes, Zulham Zamrun, Boaz Solossa, Eka Ramdani,
Ponaryo Astaman, Patrich Wanggai, Ferinando Pahabol, Tantan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar